Thursday, October 29

Istirahatlah Kata-Kata, Sebuah Film Menceritakan Tokoh Wiji Thukul

Sebuah film yang menceritakan tentang masa pelarian Wiji Thukul, seorang penyair dan aktivis yang hidup ketika rezim Soeharto yang berdiri selama 30 tahun lamanya. Ini ia lakukan karena seorang Wiji Thukul meilaht ketidakadilan penguasa yang saat itu menguasai dengan masyarakat yang seharunsya diaturnya. Karena mengetahui hal ini, Wiji Thukul berusaha melawan dengan menggunakan caranya sendiri. Cara melawannya yaitu menggunakan berbagai macam sastra seperti puisi yang berisikan sajak perlawanan yang ia bacakan di depan umum ditenhaj masyarakat. Hal yang dilakukan Wiji tersebut cukup memiliki dampak yang kuat terhadap masyakarakat yang akhirnya membuat pemerintahan pada masa itu terasa terganggu dengan keberadaannya. Dengan perlakuan perlawanannya tersebut Wiji mulai dicari dan diburu oleh pihak pemerintahan pada masa itu. Pada masa pelariannya itu, salah satu pengorbanan terberatnya adalah dengan meninggalkan strinya yaitu Sipon di kota Solo karena seringnya Wiji berpindah pindah tempat.

Film ini memfokuskan kepada saat Wiji Thukul berpindah pindah tempat menghindari kejaran dari pemerintahan saat itu. Seperti salah satunya adalah ketika ia melarikan diri menuju kota Pontianak. Selama tinggal disitu, ia tinggal dengan pindah dari rumah satu kerumah lainnya, bahkan sering bertemu dengan aktivis lainyang sama sekali belum kenal seperti deosen berasal Thomas yang diperankan oleh Dhafi Yunan serta aktivis lain asal medan bernama Martin yang diperankan Eduward Boang Manalu.

Pada akhir cerita dimana Wiji akhirnya dapat bertemu kembali dengan istri yang ia tinggalkan merupakan salah satu adegan romantis yang ada dalam film ber genre documenter ini.

Ketika sang Wiji Thukul harus melarikan diri setiap saatnya. Sang istri yang ditinggalnya harus hidup bersama dengan kedua anaknya dibawah tekanan yang cukup berat karena setiap saat rumah itu selalu diawasi oleh polisi. Yang lebih ironisnya koleksi buku yang dimiliki Wiji harus diambil dan disita oleh pihak berwenang. Film documenter ini meskipun memfokuskan kepada masa pelarian seorang Wiji Thukul tetapi juga memperlihatkan tentang bagaimana rezim yang pada saat itu menguasai Indonesia. Serta menggambarkan pula tentang bagaimana nasib aktivis selain Wiji Thukul dalam melakukan aksi perlawanannya dan betapa sulitnya mengutarakan tentang berfikir kritis yang pada saat itu sangat dibatasi dan dilarang.

Sang pemeran Wiji Thukul, Gunawan sangat sukses dalam memerankan seorang aktivis dikarenakan sulitnya memerankan seorang Wiji yang tidak banyak memiliki dialog, tetapi Gunawan mampu membawa karakter Wiji dengan  memberikan penampilan ketika rasa putus asa, takut serta kecemasannya dikejar oleh rezim yang berkuasa sehingga penonton akan terbawa dengan suasana seperti sedang berada saat kejadian tersebut terjadi. Pemeran sang istri yaitu Marissa Anita juga sukses memerankan sebagai seorang istri yang harus ditinggalkan oleh suaminya berpetualang menghindari kejaran rezim dengan menampilkan tekanan yang sangat kuat disaat yang sama juga harus menjadi penyayang di depan anak anaknya.

Film yang disutradarai dan ditulis oleh Yosep Anggi Noen serta dirilis pada tanggal 19 Januari 2017 ini dapat disaksikan di movie indo online yang berada di Indonesia seperti salah satunya adalah bioskoponline.com. dalam layanan ini terdapat banyak judul documenter yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan film Istirahatlah Kata-kata. Dengan begitu pengguna layanan juga dapat mendapat pengalaman menonton yang menyenangkan karena film yang ditampilkan menggunakan resolusi tinggi sehingaa experience ketika menonton semakin mengasikan. Jadi, manfaatkan teknologi canggih saat ini dengan menggunakan layanan movie indo online.