Friday, September 25

Kampung Batik Kauman Solo

Kampung batik kauman merupakan desa wisata budaya batik yang ada di kota solo. Kampung batik kauman terletak di Jl. Trisula, Kauman, Timur; Jln. Yos Sudarso Nonongan, Solo, Jawa Tengah. Nama Kauman sendiri diambil dari kata marga yang artinya perangkat desa. Kauman merupakan wadah ulama yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat mulai dari tokoh muda, ketip, modin, suronoto dan rakyat (abdi / pejabat). Keberadaan marga sebagai mayoritas penduduk di daerah ini menjadi dasar pemilihan nama “kauman” (perangkat desa).

Masyarakat (Pembantu / Petugas) mendapat pelatihan khusus dari kesopanan menyiapkan batik berupa jarik / selendang dan sebagainya. Dengan kata lain, tradisi membatik Kauman diwarisi langsung dari Ndalem Kraton Kasunanan Surakarta. Berdasarkan pengalaman yang diberikan, masyarakat Kauman mampu menghasilkan karya-karya batik yang berkaitan langsung dengan motif baju batik yang sering digunakan oleh keluarga pemerintah.

Dalam perkembangannya, seni batik di desa Kauman dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu batik klasik bermotif standar (batik tulis), batik cap, dan kombinasi pola tulisan dan stempel. Batik standar bercorak tangan yang sangat dipengaruhi oleh seni batik keraton kasunanan merupakan produk unggulan desa batik kauman. Produk batik desa Kauman dibuat dari sutra alam dan sutra tenun, premis dan katun kualitas premium, rayon.

Desa yang memiliki 20-30 industri dalam negeri ini menjadi pintu gerbang pembeli yang telah menjadi generasi turis dan turis mancanegara (Jepang, Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Serikat). Keunikan yang ditawarkan kepada wisatawan adalah kemudahan bertransaksi dengan melihat rumah produksi tempat kegiatan membatik berlangsung. Artinya pengunjung memiliki banyak kesempatan untuk mempelajari langsung proses pembuatan batik. Juga mencoba sendiri untuk melakukan aktivitas membatik.

Selain produk batik, kampung batik Kauman juga dikelilingi oleh suasana situs konstruksi bersejarah berupa joglo, limasan, rumah kolonial, serta perpaduan arsitektur Jawa dan kolonial. Bangunan tua tersebut masih berdiri kokoh di antara pusat perbelanjaan berarsitektur modern, lembaga keuangan (perbankan dan bursa), homestay dan banyak hotel di sekitar desa Kauman. Struktur pendukung di sekitar desa Kauman jelas memberikan fasilitas khusus bagi semua wisatawan yang berkunjung untuk memenuhi kebutuhan lain di luar batik.

Kini, dengan pesatnya perkembangan batik, Desa Batik Kauman juga semakin berkembang dalam jumlah produsen batik dan industri batik. Berbeda dengan Kampung Batik Laweyan, kampung batik lain di Solo yang memiliki corak warna terang, Kampung Batik Kauman cenderung gelap seperti coklat kehitaman dan corak yang dihasilkan tergolong modern.

Berbeda dengan Kampung Batik Laweyan yang memiliki akses jalan yang cukup luas. Namun bagi sebagian orang, inilah seni berwisata ke Kampung Batik Kauman. Mereka sadar akan suasana kampung batik yang sudah ada ratusan tahun silam. Jalur sempit di Kampung Batik Kauman yang dipadati ojek dan tempat parkir becak membuat wisatawan tidak mungkin bisa lewat. Oleh karena itu, akan lebih baik jika wisatawan pergi ke Kauman dengan berjalan kaki, bersepeda, sepeda motor atau becak.