Friday, September 25

Mengenal SLIK, Pengganti BI Checking

Tahukah Anda bahwa per 31 Desember 2017, pengoperasian Sistem Informasi Debit (SID) atau Pemeriksaan BI tidak lagi dihibur oleh Bank Indonesia. Bahkan, SID sendiri berganti nama menjadi Sistem Informasi Keuangan (SLIK) yang kini sepenuhnya dikelola oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Faktanya, SLIK Online ini telah diterapkan oleh FSA sejak April 2017, tetapi aplikasi itu sendiri tidak terlalu luas. Baru mulai 1 Januari 2018, SLIK telah banyak digunakan. Pada 2 Januari, SLIK dilaksanakan di 37 kota dan OJK menerima data dari 2000 lembaga keuangan. Data ini akan digunakan oleh OJK untuk pengawasan keuangan.

Sekarang, untuk informasi lebih lanjut tentang sistem layanan informasi keuangan, lihat artikel ini sampai akhir. Sistem informasi keuangan (SLICs) adalah sistem informasi yang menjalankan fungsi pengawasan dan layanan informasi keuangan. Kegiatan layanan informasi keuangan juga mencakup informasi layanan utang atau informasi riwayat kredit individu (IDI), yang hanya dapat diakses melalui SID.

Beberapa dari Anda mungkin penasaran, atas dasar apa transisi dari SID ke SLIK? Sekarang, seperti yang disebutkan di atas, langkah ini telah dibuat untuk membuat akses ke ID riwayat menjadi lebih luas. Untuk informasi Anda, akses ke ID historis hanya dapat dilakukan oleh lembaga keuangan atau lembaga keuangan. Tetapi dengan SLIC ini, kedua institusi tidak hanya memiliki akses, tetapi institusi lain dengan status non-bank memiliki akses ke ID historis. Selain itu, lembaga dengan akses ini juga memiliki kewajiban untuk melaporkan data debitur dalam sistem. Dengan tren seperti itu, jumlah kredit bermasalah diharapkan bisa diminimalisir.

Selain mengakses data kreditor, SLIK juga memiliki fungsi lain, sebagai alat untuk menyediakan dana, memberikan jaminan dan data lainnya dari berbagai jenis lembaga keuangan, masyarakat, lembaga manajemen informasi kredit dan lain-lain. .

Salah satu hal yang membedakan SID dan SLIK adalah ruang lingkup lembaga pelaporan. Beberapa institusi bertindak sebagai jurnalis wajib, yang lain bertindak sebagai jurnalis sukarela. Untuk perincian lebih lanjut, berikut adalah rincian antara wartawan wajib dan jurnalis sukarela dalam sistem SID.

  1. Pelapor diharuskan menyertakan bank komersial, bank kredit pedesaan (total aset minimal 10 miliar selama 6 bulan) dan perusahaan keuangan yang menjalankan bisnis kartu kredit.
  2. Pelapor sukarela termasuk orang-orang kartu kredit dengan aset yang kurang dari yang dibutuhkan, koperasi simpan-pinjam, lembaga keuangan non-bank dan entitas pengelola dana Uni Eropa.
  3. Informasi di atas berlaku ketika menggunakan sistem SID, tetapi untuk SLIK saat ini semua lembaga di atas bertindak sebagai jurnalis wajib.

Tidak seperti cek BI sebelumnya yang dapat dilakukan secara online, karena saklar ini memverifikasi informasi debitur, itu hanya dapat dilakukan secara offline. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin menggunakan layanan SLIK, Anda dapat menghubungi kantor OJK yang berlokasi di pusat serta daerah.

1. Minta formulir dan berikan dokumen pendukung

Sebelum tiba di FSA, debitur harus memberikan semua dokumen pendukung yang diperlukan. Ada dua jenis debitur, yaitu debitur individual dan komersial, masing-masing dengan kebutuhan berbeda.

Debitur individu

Untuk kreditor perorangan, dokumen yang akan disertakan termasuk fotokopi kartu identitas yang menunjukkan kartu identitas asli dalam bentuk kartu ID untuk warga negara Indonesia atau paspor untuk orang asing.

Kreditor entitas komersial

Untuk debitor entitas korporasi, dokumen yang perlu disiapkan termasuk salinan identitas entitas korporasi dan identitas manajemen yang menunjukkan identitas entitas korporasi asli dalam bentuk kode pajak, tindakan konsolidasi perusahaan, dan amandemen hukum terbaru.

2. Menyerahkan dokumen ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Setelah semua dokumen siap, langkah selanjutnya adalah pergi ke kantor OJK dan meminta formulir permintaan informasi debitur. Baiklah, isi formulir dan serahkan formulir beserta dokumen pendukungnya ke OJK. OJK akan meninjau dan meninjau formulir dan dokumen yang diserahkan oleh debitur. Jika semua persyaratan telah terpenuhi, OJK akan mencetak hasil informasi debitur.